Home » » semangat tentang rejeki

semangat tentang rejeki

Written By RUMAH SEHAT IBNU MALKAN melayani terapi lebah, lintah, gurah, ruqyah, bekam hijamah, bio listrik, akupunktur, akupresure, diagnosa, pelatihan online on Kamis, 04 Agustus 2022 | 17.06

"Semangat tentang Rezeki"

 Sesungguhnya masalah rezeki dapat menjadi beban pemikiran bagi orang-orang. Masalah rezeki terbawa sampai di dalam shalat-shalat mereka, saat mereka di dalam kamar mandi, saat mereka menyetir kendaraan, sebelum tidur, dan sebagainya. Jikalau masalah rezeki dapat menjadi beban berat pemikiran, ini dapat berpotensi menjadi sesuatu yang membahayakan, baik bagi badan mereka, pikiran mereka, ataupun bagi agama mereka. 

Seorang muslim yang berpenghasilan kecil bukan berarti Allah tidak senang kepadanya
Seorang muslim yang berpenghasilan besar bukan berarti Allah senang kepadanya
Ada rezeki yang tak disangka-sangka
Ada yang halal dan haram sehubungan dengan rezeki, yang mana banyak orang lalai mengetahui hal ini
Ada yang terlambat rezekinya
Ada yang terhambat rezekinya

 Maka dari itu, seorang muslim perlu tahu tentang rezeki, berdasarkan kajian Al-Qur’an dan Hadis, supaya seorang muslim itu tidak berprasangka buruk kepada Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, supaya muslim tidak terlibat hal-hal yang haram dalam mencari rezeki, karena hal-hal yang haram akan berakibat buruk untuk akhirat dan juga dunia.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” (QS. Al Fajr: 15-16)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala berfirman mengingkari keyakinan (sebagian) manusia. (Maksud ayat ini) bahwasanya jika Allah meluaskan rezeki mereka tujuannya adalah untuk menguji mereka dengan rezeki tersebut. Sebagian orang meyakini bahwa rezeki dari Allah merupakan bentuk pemuliaan terhadap mereka. Namun yang benar bukanlah demikian, bahkan rezeki tersebut merupakan ujian dan cobaan untuk mereka sebagaimana firman Allah: ‘Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.’ (QS. Al Mu’minun: 55-56).

Demikian pula sebaliknya. Jika Allah memberinya cobaan dan mengujinya dengan menyempitkan rezekinya, sebagian orang menyangka Allah sedang menghinakannya. Maka Allah katakan: ‘(Sekali-kali tidak).’ Yang dimaksud bukanlah seperti prasangkaan mereka. Allah memberikan harta kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Allah juga menyempitkan harta terhadap orang yang Allah cintai maupun orang yang tidak dicintai-Nya. Sesungguhnya semuanya bersumber pada ketaatan kepada Allah pada dua kondisi tersebut (baik ketika mendapat rezeki yang luas maupun rezeki yang sempit). Jika seseorang kaya (mendapat banyak rezeki harta) dia bersyukur kepada Allah dengan pemberian tersebut, dan jika miskin (sempit rezeki) dia bersabar.” (Tafsiru al Quran al ‘Adzim, Imam Ibnu Katsir rahimahullah).

(Lihat: dr. Adika Mianoki. Memahami Dua Jenis Rezeki. muslim.or.id)

Dosa yang dilakukan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap rezeki yang Allah berikan kepadanya. Allah menahan rezeki orang-orang yang berbuat maksiat. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Dan sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. (QS. Al-Ma-idah: 65-66)

Ayat-ayat di atas menunjukkan kaitan yang besar antara rezeki seseorang dengan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang berbuat maksiat kepada Allah bukanlah orang yang bertakwa kepada-Nya.

(Lihat: Sa’id Yai Ardiansyah, Lc., M.A. Pengaruh Shalat dan Maksiat terhadap Rezeki. muslim.or.id)

Maka bertakwalah. Ikutilah Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman yang shahih, tinggalkan segala macam kesyirikan, bid’ah, hal-hal haram, syubhat, hal-hal tak bermanfaat. Dan tentunya bertakwa dengan mencari ilmunya (dengan pemahaman yang benar, shahih).

Ingatlah, bahwa rezeki itu dari Allah, ada sebab-sebabnya, dan mintalah rezeki kepada Allah.

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah" (QS. Saba': 24)

Doa yang sering dipanjatkan Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang dijadikan-Nya sebagai teladan bagi umat manusia adalah: “Robbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.” (Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka) (Shahih al-Bukhari, Kitab ad-Da’awat, Bab Qaul an-Nabi shallallahu alaihi wa sallam Rabbana Atina fi ad-Dunya Hasanah, 11/191 no. 6389). (Lihat: Dr. Fadhl Ilahi. Kunci-Kunci Rizki: Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah)

Salah satu zikir-doa sesudah shalat: Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala, “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih). (Lihat: Muhammad Abduh Tuasikal. Dzikir setelah Shalat. rumaysho.com)

[Sumber: Ebook "Motivasi Harian Muslim", Muhammad Yuan Yusuf, Abu Maryam Publishing]
Share this article :

0 komentar:

Whatsapp

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNUMALKAN/LEBAH/LINTAH/AKUPUNTUR/AKUPRESUR/BEKAM/GURAH/RUQYAH/DIAGNOSA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger