Home » » PENYESALAN SEORANG**ANAK TERHADAP IBUNYA

PENYESALAN SEORANG**ANAK TERHADAP IBUNYA

Written By RUMAH SEHAT IBNU MALKAN melayani terapi lebah, lintah, gurah, ruqyah, bekam hijamah, bio listrik, akupunktur, akupresure, diagnosa, pelatihan online on Kamis, 27 Agustus 2020 | 02.01

*SEDIAKAN TISSUE*

*SEBELUM MEMBACA*

ๅฝก●ๅฝก *PENYESALAN SEORANG*
*ANAK TERHADAP IBUNYA* ๅฝก●ๅฝก

*Pada suatu hari, Seorang Anak*
*berkata pada ibunya : “*
―――――――――――――
*Ibu, aku malu sama teman-*
*temanku, mereka memiliki ibu*
*yang sempurna secara fisik dan*
*mereka bangga terhadap ibu*
*mereka,*
―――――――――――――
*tapi aku bu, mengapa aku*
*memiliki ibu yang buta. Andai saja*
*aku tau, aku dilahirkan oleh*
*seorang ibu yang buta, maka aku*
*lebih memilih untuk tidak*
*dilahirkan”*
―――――――――――――
*Mendengar kata-kata yang keluar*
*dari mulut anaknya,*
―――――――――――――
*sang ibu berkata : “Nak, ibu*
*memang buta, tetapi walaupun*
*kamu malu dengan keadaan fisik*
*yang ibu miliki, ibu tetap sayang*
*padamu nak.."*
―――――――――――――
*Anak menjawab : “ Bu, semua*
*teman-temanku selalu*
*menghinaku, bahkan tidak ada*
*satu perempuan pun yang suka*
*padaku karena melihat fisik ibu*
*yang tidak sempurna.*
―――――――――――――
*Mereka takut jika kelak menikah*
*denganku anak kami juga akan*
*cacat, buta seperti ibu ”.*
―――――――――――――
*Mendengar perkataan anaknya,*
*Sang ibu begitu terpukul dan*
*menangis,*
―――――――――――――
*namun demikian Sang Ibu tetap*
*sayang pada anaknya. tak henti-*
*hentinya ibu itu berdo’a untuk*
*anaknya.*
―――――――――――――
*Detik berganti menit, menit*
*berganti jam, jam berganti hari,*
―――――――――――――
*akhirnya Si Anak menyelesaikan*
*pendidikan S1 di Fakultas Teknik.*
―――――――――――――
*Betapa bangganya hati Sang ibu*
*mendengar anaknya akan*
*diwisuda dan menjadi* *seorang*
*Insinyur, tak sia-sia*
*pengorbanannya selama ini*
*dengan berjualan di pasar untuk*
*menyekolahkan Si Anak,*
――――――――――――― *tak*
*kenal lelah Sang ibu bekerja*
*walaupun dalam keadaan*
*matanya yang buta. Sampailah*
*saat yang ditunggu- tunggu ,*
―――――――――――――
*saat Anaknya dan yang lainnya*
*akan diwisuda. Teman-teman*
*berserta orang tuanya dan*
*keluarga berkumpul menantikan*
*acara dimulai,*
―――――――――――――
*tetapi Sang ibu sama sekali tidak*
*diajak Anaknya untuk menghadiri*
*wisuda tersebut.*
―――――――――――――
*Akhirnya Sang ibu datang sendiri*
*keacara tersebut,*
―――――――――――――
*sesampainya ditempat Anaknya*
*akan diwisuda, betapa bahagianya*
*hati sang ibu mendengar nama*
*anaknya dipanggil kedepan*
*dengan nilai terbaik.*
―――――――――――――
*Namun si Anak sangat malu*
*terhadap teman-teman dan*
*kekasihnya ketika mengetahui*
*ibunya juga hadir di* *acara wisuda*
*itu,* ――――――― *acara yang*
*seharusnya menurut si Anak*
*membuatnya bahagia.* *Pada saat*
*itu,* ―――――――――――――
*sang ibu mendekati Si anak*
*sambil meraba-raba wajah*
*anaknya, lalu kekasih Si anak*
*bertanya pada: dia “ Siapa*
*perempuan buta itu ?"*
――――――――――――― *si*
*Anak tidak menjawab dan hanya*
*diam membisu.*
―――――――――――――
*Akhirnya sang ibu berkata bahwa*
*dia adalah ibunya. mendengar*
*ibunya berkata demikian,*
――――――――――――― *Si*
*Anak akhirnya pulang sebelum*
*acara selesai dan meninggalkan*
*ibunya sendirian.*
―――――――――――――
*Setelah acara selesai akhirnya*
*sang ibu juga pulang kerumah*
*tanpa anaknya.*
―――――――――――――
*Namun siapa yang tau kapan ajal*
*akan tiba,*
―――――――――――――
*ketika hendak menyebrang jalan*
*sang ibu meninggal dunia.*
―――――――――――――
*Betapa terkejutnya sh Anak ketika*
*pihak rumah sakit mengabarkan*
*bahwa beberapa menit yang lalu*
*ibunya telah meninggal akibat*
*kecelakaan.*
―――――――――――――
*Dan petugas kepolisian*
*memberikan tas yang dibawa*
*ibunya pada saat menghadiri*
*wisuda,*
――――――――――――― *si*
*Anak hanya diam duduk*
*menunggu ibunya yang masih*
*dibersihkan dari sisa-sisa darah*
*yang masih menempel di*
*tubuhnya.*
―――――――――――――
*Pada saat menunggu jenazah*
*ibunya, si Anak membuka tas*
*kesayangan ibunya yang lusuh*
*dan kumal itu.*
―――――――――――――
*Disana terdapat foto Sang ibu*
*ketika mengandungnya, dan*
*betapa terkejutnya Si Anak ketika*
*membaca sepucuk surat yang*
*begitu lusuh yang terdapat*
*didalam tas ibunya.*
――――――――――――― *Si*
*Anak membaca surat tersebut,*
*dan didalam surat itu tertulis : “*
―――――――――――――
*Banjarmasin, 12 Oktober 1984,*
*Anakku yang sangat kucintai, bayi*
*mungilku yang sangat kusayangi,*
*betapa kau sangat berharga*
*dihati ibu nak.*
―――――――――――――
*Walaupun kau buta dari lahir*
*tetapi ibu sangat menyayangimu,*
―――――――――――――
*kaulah anugrah terindah yang ibu*
*miliki. Nak,*
――――――――――――― *ini*
*adalah surat terakhir yang ibu*
*tulis, karena besok ibu sudah*
*tidak bisa lagi menuliskan kata-*
*kata diatas kertas*
―――――――――――――
*Karena besok ibu akan*
*mendonorkan kedua* *mata ibu*
*untukmu nak,*
―――――――――――――
*agar kelak kau dapat melihat dan*
*menikmati indahnya dunia,*
*anugrah yang diberikan ALLAH.*
―――――― *Nak suatu saat jika*
*ibu sudah tiada dan kau ingin*
*melihat ibu, berkacalah nak,*
*≈karena dimatamu ada ibu yang*
*selalu menemanimu ”.*
―――――――――――――
*Airmata Si Anak pun mengalir*
*deras, ia menyesal karena sudah*
*terlambat bagi dirinya untuk*
*membahagiakan ibunya. Si Anak*
*teringat dengan semua perbuatan*
*yang ia lakukan terhadap ibunya,*
――――――――――――― 
*dia hanya duduk terdiam tersimpuh*
*di depan kaki ibunya yang telah*
*terbujur kaku.*
―――――――――――――
*Semua telah terjadi dan kini*
*ibunya telah pergi untuk selama-*
*lamanya.*
―――――――――――――
*dalam hal ini mengajarkan*
*betapa besar kasih sayang*
*seorang ibu terhadap anaknya,*
*tanpa mengharapkan balasan.*

*#TOLONG KLIK BAGIKAN STATUS INI AGAR SEMUA ANAK TIDAK DURHAKA TERHADAP IBUNYA#*

*salam hormat untuk semua Ibu yang luar biasa*
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
Share this article :

0 komentar:

Whatsapp

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. IBNU MALKAN/TERAPI LEBAH/LINTAH/AKUPUNTUR/AKUPRESUR/GURAH/RUQYAH/DIAGNOSA ONLINE/TERAPI JARAK JAUH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger