Home » » kadar antibodi penderita covid 19

kadar antibodi penderita covid 19

Written By RUMAH SEHAT IBNU MALKAN melayani terapi lebah, lintah, gurah, ruqyah, bekam hijamah, bio listrik, akupunktur, akupresure, diagnosa, pelatihan online on Sabtu, 06 Juni 2020 | 19.10

Kadar Antibodi Pada Penderita Covid-19

Kali ini saya akan menjelaskan satu hal penting yang cukup tertunda lama, bagaimana dinamika antibodi IgM & IgG pada Covid-19, dan apakah bila antibodi pasien tinggi pasien masih bisa menularkan penyakitnya atau tidak. 

Gambar ini memperlihatkan 4 jenis pasien Covid-19. Kotak berwarna hijau yang menggambarkan antibodi yang terbentuk, sedangkan dibawahnya adalah angka2 untuk hari. Boleh melihat kembali grafik mengenai IgM yang timbul sejak hari pertama terpapar dan bertahan maksimal sampai sebulan & IgG yang mulai timbul pada hari ke 7 dan dapat bertahan dalam kadar tinggi maksimal 4 bulan serta mulai menurun bertahap setelah 4 bulan bila tidak ada paparan kembali. Hasil variatif bisa terjadi pada setiap individu.

Kita lihat bagian pertama OTG, pasien OTG dapat tetap menularkan penyakitnya sampai sekitar hari ke 14, walaupun demikian bila rapid reaktif untuk IgG saja tetap HARUS dilakukan PCR (swab) untuk memastikan bahwa pasien tersebut tidak memiliki virus/partikel virus di dalam tubuhnya. Karena 14 hari merupakan rata2 atau pada umumnya bukan nilai yang pasti 100%.

Bagian ke dua pasien dengan gejala ringan atau sedang tetap dapat menularkan penyakitnya sampai hari ke 20-22. Gejala ringan itu bisa muncul setelah periode tanpa gejala, bisa berupa rasa tidak enak badan, batuk ringan ataupun peningkatan suhu minimal. Seringkali gejala minimal ini TIDAK DIRASA sebagai gejala sehingga bila ditanya merasa sebagai OTG. Di sini kita lihat, ada kemungkinan IgM memberikan hasil non reaktif sedangkan IgG sudah positif kuat atau kadarnya tinggi, tetapi masih ada kemungkinan ada di dalam periode akhir menularkan. 

Bagian ke 3 & 4 pasien berat & kritis. Pasien tetap dapat menularkan penyakitnya selama dia menderita penyakit tersebut karena antibodi yang terbentuk jauh lebih sedikit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan virusnya.

Jadi bila hasil RAPID REAKTIF apalagi bila kadar antibodi tinggi (IgM dan/atau IgG) maka lanjut dengan PCR (SWAB) untuk memastikan keberadaan virus di tubuh pasien.

@roninzeus @suryawanaloysius #doctor #anesthesiologist #life #safelite #convalescentplasma #terapiplasmakonvalesen #fightcovid19
Share this article :

0 komentar:

Whatsapp

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. IBNU MALKAN/TERAPI LEBAH/LINTAH/AKUPUNTUR/AKUPRESUR/GURAH/RUQYAH/DIAGNOSA ONLINE/TERAPI JARAK JAUH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger