Home » » HOAX KEJADIAN MENGERIKAN JUM'AT ‎15 ‏RAMADHAN ‎2020

HOAX KEJADIAN MENGERIKAN JUM'AT ‎15 ‏RAMADHAN ‎2020

Written By RUMAH SEHAT IBNU MALKAN melayani terapi lebah, lintah, gurah, ruqyah, bekam hijamah, bio listrik, akupunktur, akupresure, diagnosa, pelatihan online on Sabtu, 02 Mei 2020 | 22.42

HOAX  KEJADIAN MENGERIKAN JUM'AT 15 RAMADHAN 2020.

Sekarang muncul ramalan yang sedang viral di media sosial bahwa akan muncul dukhon atau bencana yang besar pada tanggal 15 Ramadhan 2020. Mereka sangat suka sekali menyebar ketakutan kepada orang lain dan seakan-akan paling siap dalam menyambut kedatangan Qiamat. Seakan-akan  mereka itu adalah  panitia penyambutan kedatangan  Qiyamat. 

Apalagi awal Ramadhan tahun 2020 jatuh pada hari Jumat dan tanggal 15 Ramadhan jatuh pada hari Jum’at membuat ramalan hoax itu makin menakutkan bagi orang-orang yang membacanya. Kebetulan juga dilansir dari LAPAN, Asteroid 2016 HP6 akan mendekati Bumi pada pertengahan Ramadan, tepatnya pada hari Jumat, 8 Mei 2020 dengan jarak 1,66 juta kilometer dari bumi. Bisa menjadi ancaman bagi peradaban jika terlalu dekat dengan Bumi.

[  https://nationalgeographic.grid.id/read/132056119/lapan-pertengahan-ramadan-tahun-ini-kita-ditemani-asteroid ]

Setiap menjelang Ramadhan selalu ada orang yang  menyebarkan hoax Qiyamat akan terjadi. Bukan hanya tahun sekarang saja, melainkan issu tersebut  sudah ada pada tahun- tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 ketika menjelang Romdhan juga dihebohkan oleh Kiai Haji Ramli Soleh Syaifuddin, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang mengeluarkan fatwa kiamat datang sebentar lagi. 

Fatwa itu sempat menggegerkan warga Jatim, setelah 52 warga Desa Watubonang Probolinggo menjual lahan, rumah, sampai harta benda. Sebab, puluhan warga itu meyakini kebenaran fatwa bahwa desa mereka yang kali pertama hancur saat kiamat tiba. Setelah menjual harta bendanya, mereka pergi ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin.

[https://www.suara.com/news/2019/03/14/135117/dituduh-sebar-isu-kiamat-kiai-ramli-kami-tunggu-meteor-saat-ramadan  ]

Gus Romli menjelaskan, tanda - tanda datangnya hari kiamat ada 10. Tanda paling awal yang akan terjadi adalah jatuhnya meteor saat Ramadhan dengan diikuti tiga tahun kemarau sebelum munculnya Dajjal. Hal itu yang mendasari program tiga bulanan menyambut datangnya Bulan Ramadhan. Gus Romli mengatakan, program itu sebagai langkah antisipasi jika ada tanda-tanda datangnya hari kiamat. 

[ https://regional.kompas.com/read/2019/03/16/21052281/inilah-ponpes-miftahu-falahil-mubtadiin-dan-meteor-yang-dianggap-doktrin?page=all ].

Sebetulnya kalau kita telusuri lebih ke belakang Ramalan Qiyamat juga pernah terjadi pada pertengahan bulan ramadahan ini  tahun 2012 juga muncul dan sangat heboh. Apalagi saat itu muncul issu Qiyamat yang didukung dengan ramalan akhir dunia menurut Suku Maya adalah tahun 2012. Ramalan tersebut menyebar dari dunia barat dan keseluruh dunia. Lalu oleh sebagian orang Islam dijadikan bahan bahwa terjadinya Qiyamat pada Pertengahan Bulan Romadhan 2012.

Apa lagi kalendar untuk tahun 2012, 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli yaitu hari Jumat, dan 3 Agustus 2012 bersamaan dengan 15 Ramadhan, juga pada hari Jumat. Sama dengan satu hadits Nabi SAW tentang huru-hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan yaitu hari Jumat, 15 Ramadhan, di bumi ini. Huru-hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur yaitu satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3, yang tinggal hanya 1/3 saja. 

Di saat itu menurut kajian NASA, pada 21 Desember 2012 satu planet yang dikenali sebagai planet X akan melintasi bumi  dikhawatirkan menbrak bumi menimbulkan suara  yang mengerikan dan menimbulkan asap yang mematikan  ( Dukhon ).

[https://hoaxcapede.wordpress.com/2011/10/27/bencana-di-15-ramadan-planet-x-menghantam-bumi-pada-21-desember-2012/ ]

Ternyata ramalan tersebut tidak terjadi dan hanya hoax belaka, justru yang muncul adalah Film 2012 yang sangat sukses dan laris manis dilayar bioskop menceritakan tentang Qiyamat kehancuran dunia. Beberapa kali issu Qiyamat akan terjadi ternyata hoax. Mustahil manusia itu bisa mengetahui kapan terjadinya Qiyamat yang tahu hanyalah Allah. Makanya jika ada orang yang meramalkan akan kedatangan Qiyamat maka orang  dijamin pasti dusta.

Ramadhan sekarang  tahun 2020  Ramalan tersebut muncul dan viral kembali beredar lewat media massa di kalangan masyarakat. Yang membuat orang-orang percaya dan ketakutan karena dibumbui oleh sebuah hadits sebagai dalilnya. Yang mana orang awam tidak memahami apakah hadits tersebut shohih atau tidak. Adapun hadits tersebut adalah:

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”.

Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” 

Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Maha Suci Allah Al-Quddus, Maha Suci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, karena barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).

Imam Adz-Dzahabi berkata tentang Nu’aim bin Hammad: “Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran” (Lihat As-Siyar A’lam An-Nubala X/609). 

Dalam hadits di atas terdapat sebuah perawi yang bernama Abdul Wahhab bin Husain menurut Al-Hakim berkata tentangnya: “Dia seorang perawi yang majhul (tidak jelas jati dirinya dan kredibilitasnya)” (Lihat Al-Mustadrak No. 8590)

Al-Uqaily rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).” (Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52).

 Abu Hatim Ar-Razi berkata: “ Dalam perawi tersebut ada Harits Al-Hamdani Dia tidak dapat dijadikan hujjah.” (Siyar A’lam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi IV/152 no.54)

Sedangkan menurut Ibnul Jauzi  berkata: “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (Lihat Al-Maudhu’aat III/191). 

Jadi hadits tersebut derajatnya palsu (maudhu’), karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta dan bermasalah sebagaimana yang dikritik oleh ulama hadits. Untuk itu tidak bisa dijadikan dalil untuk sebuah keyakinan bahwa pada tanggal lima belas (pertengahan) bulan Ramadhan akan terjadi bencana yang besar.

“Manusia bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (Wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya?” (QS. Al-Ahzab: 63)

Jadi siapapun yang meramalkan akan terjadinya Qiyamat maka itu adalah dusta dan tidak usah dipercaya. Marilah kita beragama dengan rasionalitas sehingga tidak mudah ditipu oleh orang yang suka menyebarkan ramalan hoax.

Silahkan disebarkan.
Share this article :

0 komentar:

Whatsapp

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. IBNU MALKAN/TERAPI LEBAH/LINTAH/AKUPUNTUR/AKUPRESUR/GURAH/RUQYAH/DIAGNOSA ONLINE/TERAPI JARAK JAUH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger