Home » » Kopi dan Gula

Kopi dan Gula

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Senin, 03 September 2018 | 09.21

Kopi dan Gula Ayah : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya. Anak : Baik, ayah Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil. Ayah : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu? Anak : rasanya sangat pahit sekali ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : sangat manis sekali, ayah. Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah Ayah : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya? Anak : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah. Ayah : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak? Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab. Anak : Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah Ayah : Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini. Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya Ayah : Bagaimana rasanya? Anak : rasanya nikmat, ayah. Ayah : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan. Anak : Terima kasih atas ilustrasinya, ayah Selamat ngopi ☕

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger