Home » » Kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengikutimu

Kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengikutimu

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Senin, 03 September 2018 | 09.29

Kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengikutimu
Sedekah Nasi Bungkus, jualan laris dan dapat pekerjaan baru By. Andi Dewa Saya boleh cerita? Sedikit cerita dari seorang jomblo. Februari kemarin genap sudah 4 tahun Saya dipernantauan. Banyak kisah, dari yang enak sampai yang pahit. Tentu teman-teman perantau di sini juga mengalami hal yang sama. Tidak pernah terpikir memang, bahkan Tidak pernah terlintas di fikiran. Saya bisa sampai ditempat sekarang ini. Ada 2 hal yang akhirnya menjadi tumbal karna Saya memilih untuk merantau. Pertama adalah, Saya harus menutup kios service elektro yang sudah punya langganan sekampung. Kedua, saya harus merelahkan tidak mengikuti tes masuk PLN di tahun 2012 padahal kesempatan berhasil sudah di depan mata. Karna sudah ada pengalaman di tahun 2011 berhasil lolos sampai tahap terakhir. Saya meninggalkan yang 2 hal tadi dan memilih untuk merantau. Apa yang terjadi di perantauan ini? Tahun pertama, nama Saya terdaftar di sebuah perusahaan lokal yang berlokasi di kalimantan selatan. Waktu itu Saya diposisikan di bagian survey engineering (Non skil). Padahal basic Saya electro, tapi biarlah. Hitung2 cari pengalaman. Di pekerjaan baru ini Saya belajar banyak dari para sarjana pertambangan, meski Saya lulusan SMA tapi ini adalah kesempatan yang sangat baik buat belajar. Tahun pertama di perusahaan berlalu, Alhamdillah sedikit-sedikit skill bertambah, ilmu pemetaan tambang dan menjalankan softwerenya sedikit-sedikit sudah bisa, karna belajar gratis dari para sarjana pertambangan yang dengan baik hati membagikan ilmunya. Kebetulan saat itu, perjanjian kerja atau kontrak berlaku selama 2 tahun. Pernah salah seorang GL(atasan), berbicara ke Saya. "Dirga, nanti kalo sudah 2 tahun, kamu akan di naikkan posisinya jadi instrument". Awihh, dengar kabar itu hati senang-senang sendiri. 2 tahun berjalan, akhirnya kontrak 2 tahun dengan perusahaan habis. Apa yang terjadi selanjutnya? Akhirnya putus kerja dan akhirnya jadi jomblo lagi, eh maksudnya jadi pengangguran. Nganggur, di kampung orang. Waduh...Rasanya tidak bisa dijelaskan dengan kata2. Ternyata, di keadaan ini Saya malah belajar lebih banyak lagi. Sebenarnya nganggur Saya tidak lama sih, sebulan selanjutnya Saya sudah memulai. Memulai jualan. Tanpa ilmu, tanpa tahu harga dan tanpa istri. Apa yang Saya jual? Awalnya Saya jualan sarapan pagi buat pekerja tambang, tapi tidak berlansung lama. Akhirnya memilih jualan nasi kuning keliling. Awalnya keliling pake motor, eh akhirnya keliling jalan bertelapakkan kaki. Di sini Saya belajar sangat banyak. 1.Kehidupan, "Anda bisa tahu mana teman ori dan mana teman kw ketika Anda terjatuh". 2. Sedekah, "Benarlah firman Allah, bahwa sedekah itu pasti Allah akan lipat gandakan" Percaya deh! Ceritanya gini, waktu itu Saya sudah berjalan keliling Kompleks perumahan, mulai dari jalan yang luas sampai jalan yang beruang pun harus antri melewatinya. Jualannya habis? TIDAK, masih buanyak. Akhrirnya Saya pulang untuk istrahat. Di perjalanan pulang, Saya melihat seorang lelaki tua yang berjalan. Akhirnya Saya hampiri dan sedikit memberi sebungkus dari jualan Saya. Saya langsung dapat bonus ditempat saat itu.(Lelaki tua itu langsung mengangkat ke dua tangannya dan berdoa). Alhamdulillah. Saya akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dengan jualan yang masih banyak. Di perjalanan pulang, sudah hampir sampai dirumah. Terlihat 2 orang bapak2 yang lagi bekerja bangunan. "Jualan apa dek?", tanya bapak2 tadi. "Nasi kuning Pak", jawab Saya. Tiba2 2 orang bapak pekerja tadi ini mengajak Saya ke tempat istrahatnya. (Terlihat kontrakan berderetan sedikit rapi). Sesampai di tempat istrahat bapak tadi, dia langsung memesan nasi. Eh dia memanggil temannya sesama pekerja bangunan dan akhirnya membeli nasi kuning Saya. Akhirnya jualan Saya habis ludes. Alhamdulillah. Saat mau pulang, "Besok datang kesini lagi ya dek". Tegur bapak pekerja. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Singkat cerita, Saya akhirnya stop jualan nasi kuning karna tidak ada restu dari orang tua. Kemauan orang tua Saya harus jadi pekerja dan mempunyai penghasilan tetap. Akhirnya Saya ikut aja, Saya pasrahkan semua sama Allah. Tapi ada kisah menarik saat daftar jadi pekerja lagi. (Biar saya tak punya penghasilan tetap yang penting saya tetap bekerja) The best Bang. Bukan Saya yang mencari pekerjaan, tapi pekerjaan itu malah yang nyari Saya. Bukan Saya yang mencari pekerjaan, tapi pekerjaan itu malah yang nyari Saya. Iyyes, Saya waktu itu tidak langsung mengantar lamaran ke sana kemari.( Malas lakuin itu, buang2 waktu saja menurutku). Akhirnya pekerjaan itu yang datang mencari. Eh. Mungkin yang dimaksud ini ya, "Kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengikutimu". bener ya? Intinya jalani baru tau apa jadinya...

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger