Home » » Ruqyah Mandiri penyakit ain Tanpa Kesurupan

Ruqyah Mandiri penyakit ain Tanpa Kesurupan

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Rabu, 11 April 2018 | 20.26

Ruqyah Mandiri penyakit ain Tanpa Kesurupan

Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘Ain. Yang paling rentan terkena penyakit ‘Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.

Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas R.A, Rasulullah SAW bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam.” (Imam Ahmad)

Ibnul Qayyim berkata,

“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”

Syekh Ibnu Taimiyah berkata :

"Sesungguhnya hasad adalah di antara penyakit hati. Inilah penyakit keumuman manusia. Tidak ada yang bisa lepas darinya kecuali sedikit sekali."

“Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri). Namun orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya. Sedangkan orang yang mulia (hatinya) akan menyembunyikannya.”

Orang keji menunjukkan kehasadannya tanpa berdzikir kpd Allah SWT.

Apakah orang beriman/mukmin itu bisa hasad ?
Bisa kita lihat/perhatikan bagaimana kisah Nabi Yusuf a.s dan saudara-saudaranya.

Dan apakah orang mukmin atw pun orang shalih bisa terdampak al 'ain?
Insya Allah bisa. Bisa kita lihat dr kisah sahabat Sahl bin Hunaif yg terkena al 'ain dr sahabat  Amir bin Rabi'ah.
Para sahabat yg tingkat keimanan nya insya Allah diatas kita bisa terdampak, apalagi kita...

Dari contoh diatas, masihkah kita mengingkari al 'ain? 
Apakah menunggu pembuktian agar mau mempercayai..
Sahabat... Saya sekeluarga sudah pernah mengalaminya.
Masya Allah...

Hasad adalah dosa pertama kali yg dimurkai Allah, dilakukan pertama kali oleh iblis ketika penciptaan manusia (Nabi Adam a.s).

Syekh Ibnu Taimiyyah berkata : "Jika kita mempunyai rasa benci pada orang lain, maka *tingkatan ketaqwaan,  berdzikir, meruqyah mandiri, dan mencela diri sendiri*".

Mempunyai rasa hasad adalah salah satu *ciri orang munafik*.

Tiga hal yg menyebabkan orang celaka :
1. Dengki /hasad
2. Prasangka
3. Pesimis
Allah memberi cara untuk mengantisipasi tiga hal tsb.
Ketika hasad janganlah marah.
Ketika muncul prasangka, janganlah merealisasikan nya.
Ketika pesimis, segeralah untuk maju.

*Tanda-tanda terkena 'ain*

Gejala di fisik pd orang yg sehat jasmani :
- kepala pusing
- wajah pucat/kekuningan
- sering ingin muntah
- sering keluar keringat
- sering buang air kecil
- sering bersendawa
- sering menguap
- mudah ngantuk, tp tdk dapat tidur tengah malam
- sering kesemutan
- sering/mudah marah
- sering cemas (tidak normal)
- nafsu makan berkurang
- rasa sakit diantara dua pundak
- rasa panas/dingin di bbrp bagian tubuh
- gatal2 pd kulit
- basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.

Gejala lewat mimpi  :
1. Mimpi hewan,  berwarna beragam. Contoh ular sawah yg warnanya belang-belang...
2. Mimpi orang2 yg kenal dekat dg kita
3. Mimpi tempat2 yg sering kita gunakan untuk aktifitas

Pada Bayi, Balita dan anak2 :
1. Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti
2. Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas
3. Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas
4. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering

*Kesalahan – kesalahan Orang Tua Ketika Anak Tertimpa ‘Ain*

Meletakkan gunting di bawah bantal si bayi dengan keyakinan itu akan menjaganya. Sungguh ini termasuk kesyirikan karena menggantungkan sesuatu pada yang tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.

Mengalungkan anak dengan Jimat, Penangkal Tolak Bala, dan lain sebagainya. Ini juga termasuk perbuatan syirik dan hanya akan melemahkan si anak dan orang tua karena berlindung pada sesuatu selain ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh, amat dashyat ancaman bagi Pelaku Syirik. Yaitu Dosa Besar Menyekutukan ALLAH dengan selainNya, serta tidak akan diampuni hingga Pelakunya benar2 bertaubat.

*Cara menjaga/mencegah dr pengaruh al 'ain :*
1. Selalu berdzikir pd Allah, salah satunya dg membaca dzikir pagi & petang

2. Menjaga/tidak memperlihatkan *keindahan diri sendiri maupun keluarga* yg dikhawatirkan terkena al 'ain.

Imam Ibnul Qoyyim jg mengatakan, hendaknya para orang tua juga tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya.

*Sunnah – Sunnah Ketika Memandang Takjub/Hasad Terhadap Sesuatu*

Mendoakan keberkahan kepada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah Radhiyallahu ‘anhu :

Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

اللَّهُمَّ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

“Ya ALLAH Semoga ALLAH memberikan berkah padanya”

مَا شَاءَ اللَّهُ

“Sungguh atas kehendak ALLAH – lah semua ini terwujud”

*Perbedaan ‘Ain dengan Sihir*

1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir
2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untuk mencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri
4. Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sedangkan al-‘Ain bisa melesat dari mata orang yang SHALEH
5. Karena sangat bahayanya al-‘Ain sampai-sampai Rasulullah bersabda :
*“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat.” (HR. Bukhari)*

*Apakah Memajang Foto Di Facebook/sosmed Dapat Menyebabkan Penyakit ‘Ain?*

Terkena ain tidak harus dengan cara melihat langsung korban ain. Namun bisa juga terjadi dengan membayangkan atau mengkhayalkan apa yang disampaikan kepadanya. Termasuk dengan melihat foto atau gambar korban ain tersebut.

Ibnu Qoyim mengatakan, ”Jiwa orang yang menjadi penyebab ain bisa menimbulkan ain, tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, lalu jiwanya bisa menimbulkan ain, meskipun dia tidak melihat sesuatu itu. Dan ada banyak penyebab ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ain, hanya dengan cerita tanpa melihat langsung.'

Sebagai bentuk kehati – hatian, sebaiknya tidak memajang foto Bayi, anak – anak, maupun Wanita di Facebook.

Untuk wanita, dr sudut hukumnya saja sdh tdk diperbolehkan. Seluruh bagian tubuh wanita itu tampak Indah dimata lelaki. Jadi sebaiknya kita menjaganya agar tdk menjadi maksiat untuk orang lain.

Barakallah....
RUMAH SEHAT IBNU MALKAN
www.ibnumalkan.com
085746950549
081217477307

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger