Home » » PANGERAN DIPONEGORO PEJUANG SEJATI

PANGERAN DIPONEGORO PEJUANG SEJATI

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Selasa, 15 Agustus 2017 | 20.13

PANGERAN DIPONEGORO,
Singa Jawa dari Keraton Jogjakarta

Beliau SEORANG MURSYID THORIQOH QODIRIYAH NAQSABANDIYAH (Paling tidak ini yg pernah penulis dengar langsung dari Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan. Walaupun menurut ahli sejarah dari Belanda ia penganut shatariyah ).
MUJAHID KETURUNAN RAJA YOGJAKARTA. SELURUH NAFAS KEHIDUPANNYA DIABDIKAN UNTUK KEMERDEKAAN TANAH JAWA, DENGAN BERSENDIKAN AJARAN AGAMA ISLAM.

Ia sempat menasehatkan kepada putranya yg menitikkan air mata ketika Puri kediamannya di luluh lantakkan dan dibumi hanguskan oleh Belanda;  "SUDAHLAH NAK, KITA TERLAHIR TANPA MEMILIKI APA-APA. KEMARIN KITA MENDAPAT TITIPAN DARI GUSTI ALLAH BERUPA HARTA BENDA.
DAN SEKARANG, KITA KEMBALI TIDAK MEMILIKI APA-APA. TAPI, KITA MASIH MEMEILIKI IMAN DI DADA. KITA MEMILIKI GUSTI ALLAH YANG SELALU ADA BERSAMA KITA.”
Akibat ulah Belanda tersebut, akhirnya PROPAGANDA PERANG MELAWAN BANGSA KAFIR (pd waktu itu mereka menyebut penjajah Belanda dg sebutan orang kafir). SEGARA DILAKUKAN DI MANA-MANA, DI YOGJAKARTA, JAYANEGARA SEGERA MEMBUAT SURAT EDARAN UNTUK SELURUH RAKYAT MATARAM. ISINYA MENGAJAK BERJUANG BERSAMA PANGERAN DIPONEGORO DAN PANGERAN MANGKUBUMI MENGUSIR KAUM PENJAJAH KAFIR BELANDA. AJAKAN JIHAD FI SABILILLAH DISAMBUT RAKYAT DENGAN GEGAP GEMPITA.

Kurang lebih ada 108 kiai, 31 haji, 15 Syeikh, 12 penghulu Keraton Yogyakarta, dan 4 kiai-guru (Mursyid tarekat) serta ribuan laskar Santri yang turut berperang bersama Diponegoro. Yang paling terkenal tentu saja ulama Thoriqoh Kiai Mojo, ideolog Perang Jawa yang banyak disebut sebagai penasehat spiritual-intelektual sang pangeran.

Kemenangan demi kemenangan diraih oleh pasukan jihad Diponegoro. Bahkan Perang Diponegoro dianggap lebih dahsyat dan menakutkan bagi Belanda dibandingkan dg perang Napoleon.

Belanda nyaris bangkrut karenanya. Hingga pada akhirnya akal licik Belandalah yg dapat memupus perlawanan P. Diponegoro.

Di masa pengasingan P.Diponegoro, salah satu kegemaran beliau adalah melukis daerah yang terikat dengan hal ruhani. Diponegoro melukis daerah yang menunjukkan bagaimana untuk mengatur pernapasan dan pengucapan dzikir selama berdoa supaya Gusti Allah bisa diukir di qolbu (hati).

Setelah kurang lebih 25 tahun ditahan di Benteng Rotterdam, Ujungpandang, tanggal 8 Januari 1855 akhirnya Ulama, guru thoriqoh, pejuang Bangsa itu wafat. Jenazahnya pun dimakamkan di sana. Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tidak pernah mau menyerah pada kedzaliman manusia.

Demikian semoga bermanfaat dan menginspirasi bagi kita semua.

"SELAMAT HUT RI KE -72 Jaya Negriku"

Tulisan disari dari berbagai sumber sejarah.

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger