Home » » MULIAKAN IBU BAPAKMU SEBELUM ALLOH MENGHINAKANMU

MULIAKAN IBU BAPAKMU SEBELUM ALLOH MENGHINAKANMU

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Jumat, 11 Agustus 2017 | 18.56

Saya tidak tahu siapa penulisnya, tetapi ini bagus untuk kita renungkan

*" MUTIARA YANG DIBUANG........."* 

SUAMI isteri yang kaya raya, saat masuk rumah sendiri, mereka melihat ruang makan yang kotor dan tercium bau aroma tidak sedap, "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat, nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri  :
(bersuara keras membentak ibu tua itu yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri !!!)

"Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan  tercecer dimana²..... lantai juga  Waduuuuuh (marah dan geram).....
ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!"

Suami :
"Sudahlah mama, jangan bentak ibu seperti itu, kasihan, ibu sudah uzur 🙏🏻"

Istri:
"Tidak bisa begini terus- menerus. Kalau tiba² ada tamu yang datang, apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo. Saya akan bawa !"

Suami :
"Jangan ma....! Itu kan ibumu.... mosok dibawa ke panti jompo ?? ................."

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri membenahi, merapikan kamar ibunya. Di bawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik, karena ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

*"PUTRIKU  buah HATIKU"*

istri :
(Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu).

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku, biar terasa sakit dan mandi darah, aku bangga bisa punya anak"

Ya, aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta, aku besarkan dengan kasih, aku sekolahkan dengan airmata, aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat, ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi, di atas angkot, dia menangis lalu kubuka kancing blus dan aku susui dia, aku tidak merasa malu, bahkan tiba² dia kencingi aku, tetapi biarlah.

Tiba² dia batuk kecil, dia muntah, dan membasahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku, biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya, aku tetap tersenyum, bangga sekali.

Kejadian itu berulang² beberapa kali.

Aku tetap tidak peduli apa kata orang di atas angkot,  asalkan putriku bisa tumbuh sehat. Itu yang utama bagiku.

Istri  :
(Sambil membaca, airmatanya  mulai meleleh turun, hatinya terasa perih, dadanya sesak. Tiba² dia berteriak keras, meraung² sejadi²nya).
"Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!!  Sambil berdiri  setengah berlari ke garasi".

Suami  :
(kaget melihat ulah istrinya dan bertanya).

"Kenapa ma, ada apa ?????"

Terisak dia menjawab :
"Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba² telpon berdering, diterima suaminya, lalu,

"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang, cepat !!!"

Mereka buru² ke panti, saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri  :
(berteriak histeris sambil menangis menahan air mata)

"Ibuuuuu........"!!

Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata.

"Anakku, ibu bangga punya kamu, seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak. Maafkan ibu, iiiii...ibu saaayyyaaaang  padamu (sambil memejamkan mata)"

Sang ibupun menghembuskan nafas, meninggal dengan damai.

Anaknya meraung² keras sekali, menangis dan menyesal !!!!!

"Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu, aku durhaka sama ibuu, ampun, ampuni aku bu. iiibuu, jangan tinggalkan aku bu".

*"Anak macam apa aku ini, anak macam apa, ampun bu, ampuni aku ibuu"*.

SUADARAKU, SAHABATKU, masih KAH ada ibu dan ayah di sisimu ?   

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati, kalau telah mendahului kita do'a kan.

Nilai apa yg terbersit dari kisah ini    ?

Ingatlah Saudaraku :

*kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"*, tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

*sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"*  sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut, berikan kasih sayang dengan jiwa dan hiduplah penuh dengan KASIH.

semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pada orang tua ....❤.

Pelajaran yang harus kita ubah, tingkah laku kita, terhadap orang tua, terimalah dia apa adanya, Karena dia satu²nya yang bisa memberikan kehidupan kita hadir di dunia ini.👍👍

Semoga bermanfaat.

*_Muhasabah diri_*

_Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, tidak produktif sehingga tidak memberatkan kehidupan anak²nya._

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata : “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kamu kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting² kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah”

Setelah mendengar kata² tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

_‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita._

*_Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita._*

Pengusaha baja, Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat : “Jadikan orang tuamu Raja, maka rezekimu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

_Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya._
_Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, *“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu".*_

Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

_Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak² yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar._

_Dan anak² yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya._

Perlakukan orang tua seperti raja.
Buktikan dan jangan hanya ada di angan².

_Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti._

_UANG bisa dicari, ilmu bisa digali, tetapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali...

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger