Home » » SYAHID AKHERAT

SYAHID AKHERAT

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Minggu, 09 Juli 2017 | 20.52

SYAHID AKHIRAT
Ubadah ibn Shamit ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bertanya, "Siapa yang kalian anggap sebagai syahid?" Mereka menjawab, "Yang berperang hingga terbunuh di jalan Allah Swt." Mendengar jawaban tersebut beliau bersabda, "Kalau begitu orang yang syahid di antara umatku sedikit. Namun, orang yang terbunuh di jalan Allah syahid, orang yang mati karena penyakit di perut syahid, orang yang kena wabah penyakit syahid, wanita yang meninggal dunia sementara dalam perutnya terdapat janin juga syahid (entah sebelum atau sesudah melahirkan)." (HR Imam Ahmad, Ibn Majah, dan Ibn Hibban). Berdasarkan hadits di atas para ulama menegaskan bahwa wanita yang meninggal dunia karena melahirkan juga termasuk syahid; meskipun maksudnya adalah syahid akhirat yang berbeda dengan syahid dunia (mati karena berperang di jalan Allah) dilihat dari sisi perlakuan terhadapnya. Orang yang syahid akhirat seperti karena kena wabah, tenggelam, melahirkan dst tetap dimandikan, dikafani, dan disalatkan. Hanya saja untuk mendapatkan pahala syahid terdapat sejumlah syarat. as-Subki menegaskan saat ditanya tentang mati syahid dan hakikatnya, "Ia adalah kondisi mulia yang didapat hamba saat mati. Namun ia memiliki sebab dan syarat." Di antara syaratnya adalah bersabar dan mengharap ganjaran Allah atas penderitaan yang dialami. Rasul saw menegaskan bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan ampunan, akan melihat tempatnya di sorga, terlindung dari siksa kubur, aman dari huru-hara kiamat, diberi mahkota permata yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dinikahkan dengan 72 bidadari, bisa memberi syafaat kepada 70 keluarga dekatnya. Dengan demikian, orang yang mati syahid mendapat kedudukan terhormat di dunia dan akhirat. Namun itu bukan berarti mereka terlepas dari hisab sama sekali. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, "Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutang." Artinya, ia tetap mendapat hisab; terutama kaitannya dengan perbuatan yang dilakukan kepada manusia. Akan tetapi, hisab yang mereka dapatkan adalah hisab yang ringan. Begitu yang disampaikan oleh para ulama. Wallahu a'lam bish-shawab

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger