Home » » Puasa mengajarkan diri dari berkata tiada manfaat. Tidak sopan dan meyakitkan ketika terdengar

Puasa mengajarkan diri dari berkata tiada manfaat. Tidak sopan dan meyakitkan ketika terdengar

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Jumat, 02 Juni 2017 | 23.10

Rasulullah saw bersabda “Banyak sekali yang puasa tapi hanya merasakan lapar dan dahaga”, sedangkan dia tidak mendapatkan pahala apapun. Salah satu penyebabnya adalah tidak menjaga mulut. Meskipun puasa, tetapi tetap menggunjing, menjelek-jelekkan dan melaknat. Puasa yang dilakukan seakan tidak ada gunanya karena telah keluar dari tujuan puasa itu sendiri yaitu mengendalikan hawa nafsu. Seorang muslim harus menjaga dirinya dari menyaikiti sesama muslim baik melalui perkataan atau perbuatan. Rasulullah besabda “Seorang muslim yang utama adalah adalah yang menyelamatkan saudaranya dari perkataan dan perbuatannya”. Perintah itu menjadi lebih kuat saat kita melaksanakan ibadah puasa karena sejatinya puasa adalah mengendalikan hawa nafsu. Ungkapan kebencian atau hate speech, yang bisa berupa tindakan mengolok-olok, mengejek dan caci-maki saat ini menjadi isu penting dalam menata pola hubungan bermasyarakat. Banyak konflik dan ketegangan di masyarakan yang sumbernya adalah karena para tokoh dan aktifis agama menggunakan perkataan yang kasar dan bernada mencaci maki ketika membicarakan kelompok lain yang beda aliran atau beda keyakinan. Cara berdakwah dengan nada permusuhan dan kebencian seperti itu tidak banya mendatangkan manfaat, justru mudharat dan kerugian yang didapatkan. Ajaran Islam melarang ungkapan kebencian dalam bentuk apapun. Marilah kita simak dalil-dalil berikut yang menunjukkan bahwa dalam kondisi apapun berkata halus dan sopan tetap dianjurkan. Dan berkata yang sopan tidak menyinggung perasaan orang lain inilah yang dilakukan Rasulullah saw. 1. Larangan Berkata buruk dan tidak sopan. Allah berfirman: لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم وكان الله سميعا عليما Allah tidak menyukai ucapan buruk, yang diucapkan dengan tersu terang kecuali oleh orang-orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 2. Rasulullah saw tidak suka mencaci dan melaknat orang lain, meskipun orang itu musyrik. Melaknat artinya mendoakan agar orang lain celaka.
Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger