Home » » Perbanyak amal di 10 hari terakhir bulan Ramadhan

Perbanyak amal di 10 hari terakhir bulan Ramadhan

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Rabu, 14 Juni 2017 | 00.18

Ramadhan memang bulan istimewa. Bulan penuh makna, hikmah dan
“keajaiban”. Semua itu tidak terdapat pada bulan yang lain. Sehingga
ramadhan diberi julukan sebagai sayyidus syuhur atau penghulunya bulan.
Tidak heran, karena di dalam bulan suci itu terkandung kedalaman makna
spiritual maupun sosial. Sebuah makna yang menyatukan antara aspek
lahiriyah dan bathiniyah, spiritual dan material, serta aspek duniawi dan
ukhrawi. Sehingga segala aktifitas di dalamnya memiliki keistimewaan
tersendiri dibanding dengan bulan-bulan selainnya. Wajar kalau Rasulullah
saw., para sahabat, dan orang-orang saleh terdahulu senantiasa
menjadikan ramadhan sebagai momen untuk ‘mengeruk’ sebanyak-banyak
nya keuntungan pahala dengan semakin meningkatkan kualitas maupun
kuantitas ibadah. Apalagi pada 10 malam terakhir, Rasulullah saw. yang
kemudian diikuti oleh para sahabat lebih menggiatkan lagi ibadahnya.
Aisyah ra. mengatakan:
« ﻛَﺎﻥَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﺠْﺘَﻬِﺪُ ﻓﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﺠْﺘَﻬِﺪُ ﻓﻲ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ، ﻭَﻓِﻲ
ﺍﻟﻌَﺸْﺮِ ﺍﻷﻭَﺍﺧِﺮِ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﻻ ﻳَﺠْﺘَﻬِﺪُ ﻓﻲ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ».
Rasulullah saw. sangat giat beribadah di bulan ramadhan melebihi
ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau
lebih giat lagi melebihi hari lainnya. (HR. Muslim)
Keajaiban-keajaiban yang terdapat pada 10 malam terakhir bulan
ramadhan telah banyak disebutkan di dalam al-Qur’an maupun Sunnah.
Diantaranya, pertama; terjadinya lailatul qadr yang merupakan malam di
turunkannya al-Qur’an dan dicatatnya di lauhul mahfudz seluruh perkara
yang akan terjadi di muka bumi pada tahun tersebut. Rasulullah saw.
mewanti-wanti agar umatnya memperhatikan lailatul qadr pada 10 malam
terakhir. Beliau bersabda:
« ﺗَﺤَﺮَّﻭْﺍ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﻘَﺪْﺭِ ﻓﻲ ﺍﻟﻮَﺗْﺮِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌَﺸْﺮِ ﺍﻷﻭَﺍﺧِﺮِ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ».
Carilah lailatul qadr pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan
ramadhan. (HR. Bukhori)
Kedua; orang yang beribadah shalat pada malam lailatul qadr maka
dosanya yang telah lalu akan diampuni. “Dan barangsiapa yang berdiri
(shalat sunat) pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan
mengharap ridha Allah maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” (HR. dalam Fadhail Ramadhan)
Ketiga; segala kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Apalagi jika
bertepatan dengan lailatul qadr maka satu amalan kebaikan pahalanya
lebih baik dari amalan kebaikan yang dilakukan selama seribu bulan atau
sekitar 83 tahun. Allah swt. berfirman:
“malam kemuliaan (lailatul qadr) itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al
Qadr: 3)
Sayyid Thanthawi dalam Al-Wasith menjelaskan, lailatul qadr lebih utama
dari seribu bulan karena pada saat itu diturunkan Al-Qur’an yang memberi
petunjuk ke jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan
menuju cahaya, dan karena ibadah pada malam itu lebih banyak
pahalanya dan lebih besar keutamaannya dari ibadah berbulan-bulan
tanpa lailatul qadr.
Keempat: Allah tidak mentaqdirkan selain keselamatan pada malam
lailatul qadr itu. Dimana hal ini tidak terjadi pada malam-malam lainnya
yang terdapat keselamatan dan bencana. Pada malam itu pula para
malaikat menyampaikan ucapan selamat kepada orang-orang beriman
sampai terbitnya fajar. Penjelasan tersebut disampaikan An-Nasafi dalam
Madarikut Tanzil wa Haqaiqut Ta’wil dan Az Zamakhsyari dalamAl
Kasysyaf, ketika keduanya menafsirkan ayat ke 5 dari surat al Qadr.
Dan masih banyak lagi keajaiban-keajaiban lainnya yang menegaskan
keutamaan dan kelebihan bulan ramadhan khususnya pada 10 malam
terakhir. Semua itu tentu akan semakin mengokohkan keimanan seorang
mukmin dan lebih mendekatkan dirinya dengan Allah swt. karena berbagai
ayat tersebut tentu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan
kemahahebatan dan keagungan-Nya. Dan bahwa Allah swt. sangat
mencintai dan menyayangi hamba-Nya sehingga Dia sediakan satu bulan
yang di dalamnya terdapat satu malam yang utama yang bisa dijadikan
kesempatan oleh hamba-hamba-Nya untuk menambah pundi-pundi pahala
untuk bekal hidup kelak di akhirat.
Menggapai Keajaiban
Berbagai kegiatan ibadah bisa dilakukan untuk mengisi ramadhan
terutama pada sepuluh malam terakhir bulan suci itu. Dengan kegiatan
itu kita akan menggapai keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya. Dan
kita akan meraihnya secara penuh jika ada kesungguhan untuk
melaksanakannya. Rasulullah saw. dan para sahabat ra. telah
mencontohkan aktifitas ibadah yang penting dilakukan pada saat malam-
malam tersebut diantaranya adalah:
1. I’tikaf. Yaitu diam di masjid dengan niat yang khusus dan disertai
ibadah. Imam Nawawi dalam kitab An-Nihayah mengartikan i’tikaf sebagai
menetapi sesuatu dan menempatinya. Maka orang yang menetap di
masjid dengan melaksanakan ibadah di dalamnya disebut orang yang
beri’tikaf. Rasulullah saw. biasa melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir
ramadhan. Ibnu Umar ra. Berkata:
« ﻛَﺎﻥَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻌْﺘَﻜِﻒُ ﺍﻟﻌَﺸْﺮَ ﺍﻷﻭَﺍﺧِﺮَ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ »
Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. (HR.
Mutafaq ‘alaih)
2. Memperbanyak bersedekah. Ibnu Abas ra. berkata:
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺻَﻠﻰَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺃَﺟْﻮَﺩَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﺟْﻮَﺩُ ﻣَﺎ َﻳﻜﻮُﻥْ ُﻓِﻲْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ
ﺟِﺒْﺮِﻳْﻞُ.
Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun,
dan pada bulan ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui
beliau. (HR. Mutafaq ‘alaih)
3. Memperbanyak membaca al-Qur’an. Karena pahala membacanya akan
dilipatgandakan melebihi pahala pada bulan selain ramadhan. Selain itu
bulan ramadhan adalah bulan dimana al-Qur’an diturunkan pertama kali.
Oleh karenanya para ulama terdahulu lebih banyak mengkhatamkan al-
Qur’an dibulan ramadhan. Imam Syafi’i biasa mengkhatamkannya
sebanyak 60 kali pada bulan ramadhan lebih banyak dari bulan lainya yang
hanya satu kali dalam sehari semalam. Malaikat Jibril senantiasa
mendatangi Rasulullah saw. pada bulan ramadhan untuk membacakan al-
Qur’an kepada beliau. Ibnu Abas berkata: Jibril menemui Rasulullah saw.
pada setiap malam dibulan ramadhan kemudian ia membacakan Qur’an
kepada beliau saw. (HR. Mutafaq ‘alaih)
4. Melakukan ibadah umrah. Rasulullah saw. bersabda: “Umrahlah kamu
pada bulan ramadhan, karena umrah pada bulan ramadhan sebanding
dengan melaksanakan ibadah haji” (HR. An-Nasai)
5. Memperbanyak berdo’a. Dari Aisyah ra. ia berkata kepada Rasulullah
saw. Ya Rasulullah, bagaimana jika suatu malam aku mengetahui bahwa
itu malam lailatul qadar, apa yang harus aku baca? Beliau bersabda,
bacalah;
« ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇﻧَّﻚَ ﻋَﻔُﻮٌ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨّﻲ »
Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau menyukai
permintaan maaf maka ampunilah aku. (HR. Tirmidzi)
6. Memperbanyak shalat sunnah.
« ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻡَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﻘَﺪْﺭِ ﺇﻳﻤَﺎﻧﺎً ﻭَﺍﺣْﺘِﺴَﺎﺑﺎً ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ »
Barangsiapa yang bangun (untuk shalat) pada malam lailatul qadar
dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampuni dosa-dosanya
yang telah lalu. (HR. Mutafaq ‘alaih)
Meraih Cinta Allah
Segala amal nafilah atau ibadah sunnah yang kita lakukan dengan penuh
ketulusan akan mendekatkan kita dengan Allah SWT. dengan itu kita akan
mendapatkan cinta-Nya. Cinta Allah kepada seorang hamba adalah
anugrah yang tidak terhingga. Karena ia akan menjadi orang yang paling
diperhatikan Allah. Ia pun akan senantiasa diliputi kasih dan sayang-Nya
yang akan mendatangkan kepada kebahagiaan yang tiada bandingannya.
Allah akan selalu membimbing setiap langkahnya sehingga ia tidak akan
terpeleset ke jurang kenistaan. Seluruh tubuhnya akan terjaga, karena
Allah akan mengendalikannya. Dalam sebuah hadis qudsi yang
diriwayatkan Abu Hurairah, Allah swt. berfirman:
« ﻭَﻣَﺎ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﻋَﺒْﺪِﻱ ﻳَﺘَﻘﺮَّﺏُ ﺇﻟَﻲَّ ﺑﺎﻟﻨَّﻮﺍﻓِﻞِ ﺣَﺘَّﻰ ﺃﺣِﺒَّﻪُ ، ﻓَﺈﺫَﺍ ﺃَﺣﺒَﺒﺘُﻪُ ﻛُﻨْﺖُ ﺳَﻤﻌَﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺑِﻪِ ،
ﻭَﺑَﺼَﺮَﻩُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺒْﺼِﺮُ ﺑِﻪِ ، ﻭﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟَّﺘﻲ ﻳَﺒْﻄِﺶُ ﺑِﻬَﺎ ، ﻭَﺭِﺟْﻠَﻪُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻳَﻤْﺸﻲ ﺑِﻬَﺎ ، ﻭَﺇﻥْ ﺳَﺄَﻟَﻨﻲ ﺃﻋْﻄَﻴْﺘُﻪُ ،
ﻭَﻟَﺌِﻦِ ﺍﺳْﺘَﻌَﺎﺫَﻧِﻲ ﻷُﻋِﻴﺬَﻧَّﻪُ »
Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan
ibadah sunnah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka
Aku adalah pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan
penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia
memegang dengannya, dan kakinya yang ia melangkah dengannya. Jika ia
meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya dan jika meminta
perlindungan kepada-Ku maka Aku akan memberi perlindungan
kepadanya. (HR. Bukhori)
Jika kita sudah tahu kehebatan sepuluh malam terakhir dan keutamaan
yang ada di dalamnya maka apalagi yang membuat kita tidak tergerak
untuk bersungguh-sungguh mendapatkannya? Masihkah kebiasaan
berdesak-desakan di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan akan terus kita
lakukan? Padahal ada kegiatan yang seharusnya diprioritaskan dari hanya
sekedar mempersiapkan hari raya dengan pakaian yang serba baru dan
makanan yang beraneka ragam. Sementara ladang pahala yang lewat di
hadapan kita dibiarkan berlalu tanpa perhatian. Mungkin kesempatan ini
hanya tinggal sekarang diberikan Allah kepada kita. Kita tidak tahu
apakah tahun depan kita masih bisa bertemu kembali dengan ramadhan?
Semoga Allah memberi kekuatan

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger