Home » » Menjaga nutrisi sayur dan buah pada lapisan kulitnya

Menjaga nutrisi sayur dan buah pada lapisan kulitnya

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Sabtu, 03 Juni 2017 | 20.59

memilih buah atau sayuran yang bermanfaat untuk keluarga
terutama si Kecil seperti apel, jeruk, mangga, pisang, bayam, brokoli,
pakcoy (sawi), dan wortel, namun yang terpenting adalah bagaimana Mam
menjaga dan mempertahankan nutrisinya. Nah , berikut beberapa tips yang
dapat Mam terapkan dalam menjaga kebutuhan nutrisi keluarga tercinta.
Buah-buahan
Buah-buahan selain kaya serat, juga banyak mengandung vitamin dan
mineral. Buah-buahan seperti apel, jeruk, mangga, melon, anggur, dan
beberapa buah lainnya memiliki rasa yang lezat ketika dimakan secara
langsung maupun dijadikan jus segar untuk si Kecil. Agar si Kecil dapat
memperoleh nutrisi yang optimal dari buah-buahan, berikut ini tipsnya.
Pilihlah buah yang masih segar yang ditandai dengan warna buah terang
dan tidak terlalu lunak jika ditekan. Jika kebetulan ada bagian buah yang
sudah rusak, maka hilangkan bagian yang rusak tersebut.
Cucilah buah sampai bersih dengan air mengalir, kemudian kupas
sebelum diberikan kepada si Kecil. Untuk beberapa buah tertentu,
seperti apel, pir, tomat, dan anggur tak perlu dikupas karena justru
bagian kulitnya mengandung gizi yang terpenting.
Jika dibuat jus, pastikan semua peralatan, seperti blender, pisau untuk
memotong, dan gelas dalam kondisi bersih. Kemudian sajikan jus
bersama dengan ampasnya. Karena nutrisi dalam ampas jus justru lebih
banyak terkandung, sementara sarinya hanya mengandung air, sedikit
vitamin, dan gula.
Sayuran
Sayuran merupakan sumber makanan yang tak asing bagi Mam dalam
kehidupan sehari-hari. Banyak sekali sayuran kaya nutrisi yang bisa diolah
dan disajikan untuk si Kecil dan keluarga. Untuk mempertahankan
nutrisinya, tips berikut ini bisa dilakukan.
Cucilah sampai bersih sayuran menggunakan air mengalir dalam waktu
yang cepat. Hindari merendam sayuran di dalam air karena dapat
membuat kandungan vitamin dan mineralnya hilang.
Saat merebus sayuran, sebaiknya gunakan api yang sedang saja.
Menggunakan api besar bisa menghancurkan sekitar 20% kandungan
vitamin dan mineral dalam sayuran seperti vitamin C, potassium, dan
folat.
Pastikan memasukkan sayuran ke dalam air yang sudah mendidih.
Memasukkan sayuran ke dalam air dingin dengan proses pemasakan
lebih lama hanya akan membuat kandungan nutrisinya hilang.
Jika dimasak dengan minyak, gunakan minyak sedikit saja. Saat
memasak sayuran hijau, masukkan sayuran ke dalam sedikit minyak
yang sudah benar-benar panas. Hal ini dapat membantu penyerapan
nutrisi pada sayuran.
Beberapa cara memasak yang direkomendasikan untuk menjaga
kandungan nutrisi sayuran adalah sebagai berikut:
Menggunakan microwave. Memasak menggunakan microwave
dianggap sebagai cara memasak sayuran paling baik karena dapat
menghindari kerusakan nutrisi. Untuk menghindari sayuran menjadi
kering, solusinya dengan menambahkan sedikit air pada wadah
khusus memasak pada microwave.
Menumis. Hampir semua sayuran cocok dimasak dengan cara
menumis. Gunakan minyak sedikit saja dan masak dalam waktu
yang singkat supaya kandungan nutrisi sayuran tidak rusak atau
hilang.
Merebus dengan sedikit air. Merebus sayuran bisa dilakukan dengan
api yang tidak terlalu besar dan menggunakan sedikit air.
Penggunaan air yang terlalu banyak saat merebus sayuran bisa
merusak kandungan nutrisi hingga 70%. Beberapa sayuran yang
lebih cocok dimasak dengan direbus adalah wortel dan brokoli.
Mengukus. Bisa diterapkan untuk semua jenis sayuran. Mengukus
sayuran hingga matang dalam waktu cepat bisa mempertahankan
nutrisinya.

Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger