Home » » cara memuliakan pembantu

cara memuliakan pembantu

Written By TABIB AGUS KONSULTAN KESEHATAN on Senin, 20 Oktober 2014 | 07.46


berhati-hatilah.. . . . .! Jangan mempekerjakan pembantu di luar tugas utamanya, atau lebih dari batas jam maksimalnya. Sedikit saja ia mengeluarkan keringat dengan hati yang jengkel, kejengkelan itu langsung tersambung ke arasy, maka murkalah Allah SWT dan kemudian tertutuplah pintu-pintu rizki untukmu.

Dalam kitab Tanbighul Ghafilin disebutkan sebuah kisah. Salah seorang sahabat Nabi SAW meminta air kepada tetangganya, dan menyuruh budaknya untuk mengambilnya. Karena ia terlambat mengambilkan air, tetangga itu menghardiknya dengan kata yang kasar, “Pelacur kau”. Sahabat Nabi itu langsung mengingatkan,  “Pada hari kiamat kelak, engkau akan didera Allah sebagai hukuman, jika engkau tidak bisa membuktikan ucapanmu itu.” Tetangga itu segera meminta maaf kepada si budak dan memerdekakannya. “Semoga Allah menebus dosamu” doa sahabat Nabi untuk  tetangga tersebut.

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Kam na’fu ‘anil khadim/berapa kali kami harus memaafkan pembantu?” Nabi menjawab, “70 kali untuk setiap hari”. Sebagai imbalan kebaikan majikan, pembantu tentunya harus mengikuti nasehat Al Hasan Al Bashri. Ketika ditanya, “Manakah yang didahulukan: memenuhi panggilan adzan shalat atau melayani sang tuan?,” ia menjawab, “Layani tuanmu terlebih dahulu.”.

Dalam Kitab Riyadlus Shalihin,  Ma’rur bin Suwaid berkata, “Aku melihat Abu Dzarrin r.a memakai perhiasan yang sama dengan yang dikapai pembantunya. Lalu aku bertanya kepadanya, dan dia menjelaskan bahwa dia pernah memaki seorang (pembantu)  dan mencela dengan mengaitkan dengan ibunya.  Nabi SAW mengingatkan, “Engkau manusia dengan budaya jahiliyah. Mereka saudara kalian, pembantu kalian, mereka berada dalam kekauasaan kalian. Siapapun yang mempekerjakan orang, hendaklah ia memberi makan seperti yang dia makan, memberi pakaian seperti yang dia pakai. Janganlah kalian membebenai pekerjan di luar kemampuan mereka, jika mereka dibebani pekerjaan demikian, maka bantulah mereka.” (HR Bukhari Muslim).

semoga manfaat .... RUMAH SEHAT IBNU MALKAN
Share this article :

0 komentar:

facebook

twitter

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RUMAH SEHAT IBNU MALKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger